Jumat, 05 Juli 2024

Rainy Saturday..

Rainy day. Full volumed of acoustic musics in the room. Rewatch one of my fav old korean drama in 2012 "Love Rain". 

Rain reminds us that we cannot stop what can't be stopped. The world will turn, the seasons change, the rain falls, and life goes on.

Hopefully today will be blessed rainy Saturday... Aamiin..

*just remember that i have posted 'bout the "Love Rain" korean drama also in this blog on 2013 😄*
Cek this link : http://jemaridezz.blogspot.com/2013/04/love-is-like-rain-ost-love-rain.html?m=1

Sabtu, 18 Mei 2024

Rasa #SelfTalk

Yang pertama menjadi pertanyaan adalah "apa hubungannya?", " bagaimana bisa?". Mungkin perlu banyak lebih pengalaman. Lebih banyak pelajaran. Lebih banyak rasa. Agar mengerti. 

Berhari-hari menahan, berharap malam ini tertumpahkan. Tapi balik lagi, manusia hanya berencana. Dan salahnya, berharap. Angan-angannya walau singkat, tapi selesai. Rindu berakhir. Apa yang ditahan, apa yang dipertanyakan, apa yang ditakutkan, keluar. Harapannya ditenangkan. 

Hanya saja seperti yang sudah diungkapkan. Akhir tidak ada yang tahu. Tidak disangka, awalnya berharap semua lepas, yang ada akhirnya (lagi-lagi) menghadapi urusan air mata. Lagi-lagi? Karena sudah beberapa hari kemarin, ada beberapa hal & kejadian yang memaksa menahan air mata. Takut yang tadinya diharapkan berkurang, malah makin menjadi. Dia marah. Mungkin salah aku juga, walau tidak ada pernah terbersit untuk terus memancing. Tidak bermaksud seperti yang disangka. Tapi paham yang berbeda, apa daya.. 

Seperti pertanyaan diawal. Hanya sepele mungkin, tapi bagaimana bisa rasanya  seperti ini. Bukankah katanya sayang? Reaksinya tadi, benar-benar membisukan. Terdiam. Takut kehilangan yang makin menjadi. Dan yang paling aneh, sakit. Berdenyut-denyut di dada. Lebay kata orang mungkin. Tapi begitulah kenyataan. Sampai diri sendiri pun bingung. Bagaimana bisa? Apa hubunganya sampai bisa berdenyut? Denyut di dada jg sesak. Air mata penyebabnya? Tapi bagaimana bisa? 

Hanya saja begitulah. Sudahlah. Menenangkan diri sendiri selalu menjadi andalan, termasuk di kondisi ini. Tapi bolehkah jujur? Sedih. Sakit. Takut. 

Tidak seperti yang dikira, yang disangka adalah marah dan omelanku sebenarnya adalah wujud sayangku. Marahku adalah ketika aku tidak peduli lagi. Yang dikira tuntutanku yang membebani adalah refleksi cemasku. Bukan tidak menginginkannya atau meragukan. Aku hanya ingin mengeluarkan, berharap bersamanya tidak ada yang perlu aku tahan. Cara ku mungkin berbeda dan salah, tapi begitulah yang sebenarnya. Aku hanya ingin menjadi diri yang sebenarnya. Tanpa kebohongan. 

Sekarang setelah menulis ini, perlahan-lahan aku mengerti jawaban pertanyaan tadi. Sakit, sedih, takut itu karena satu hal. Jawaban nya adalah hal yang untuk masalah ini yang tidak mungkin menyebabkan rasa seperti itu.  Karena rasa sayang.. 

Sunday, 19th May 2024
01.57 wib.